Mengenal Panser Anoa Jenis Anoa Kanon

Mengenal Panser Anoa Jenis Anoa KanonPanser ini merupakan proyek pengembangan panser Pindad ANOA 6x6. Sistem meriam panser ini menggunakan CSE-90/MK-III buatan CMI Defense, Belgia. CSE-90 berkaliber 90mm ini juga dilengkapi dengan senapan mesin coaxial 7,62mm. Untuk perangkat komunikasi menggunakan Intercom set VHF/FM dengan fasilitas anti-jamming dan berkemampuan hopping channel. Peralatan pertempuran lainnya adalah teropong malam (Night Vision Google), GPS, dan perangkat sensor senjata. Ada kemungkinan varian ini dinamai Tarantula dan bekerja sama dengan Industri Pertahanan Korea Selatan dalam pengembanganya. Varian ini ditujukan sebagai bantuan tembakan untuk batalion kavaleri. Pada tanggal 20 Desember 2011 Wamenhan mengunjungi Pindad untuk melihat perkembangan riset disana, diperlihatkan wujud ANOA kanon yang lebih baru.
Penantian kepastian spesifikasi dan penamaan varian ini akhirnya selesai, pada tanggal 25 Juli 2013, Pindad telah selesai merakit 11 unit panser Tarantula buatan Doosan DST. Untuk saat ini, Pindad hanya bertugas merakit dan menguji kelayakan dari panser ini dan belum ada indikasi tingkat manufaktur panser seperti yang sudah-sudah. Total varian Tarantula yang dipesan oleh TNI ialah 22 unit, 11 lainnya sudah dirakit di Korea Selatan oleh Doosan. Sebenarnya, kendaraan ini sudah dipesan sejak tahun 2009, namun karena adanya permintaan kemampuan khusus oleh pihak Indonesia, maka pengerjaannya menjadi tertunda-tunda. Pada HUT TNI tertanggal 5 Oktober 2013, beberapa unit Tarantula sudah dipamerkan dan menggunakan camo TNI-AD.

Akhirnya di Tahun 2014, Pindad yang bekerja sama dengan CMI Defense Belgia Merilis Varian Penyempurnaan Anoa Kanon yang diperlihatkan di tahun-tahun sebelumnya Dan dinamai Badak oleh Bapak Wakil Presiden H.M Jusuf Kalla pada Pameran Indo Defence tahun 2014. Di Akhir Tahun 2015 Badak Akhirnya busa mendapatkan Sertifikasi Dari TNI Angkatan darat di susul Pemesanan 50 Unit.
Sumber : Wikipedia
Continue Reading »